^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

LEADING WITH CHOICE

Hidup itu suatu pilihan.

Semenjak Anda bangun dari tempat tidur di pagi hari, Anda mempunyai banyak pilihan. Kembali lagi meneruskan tidur, atau mengambil sepatu olahraga dan mulai berolahraga, adalah dua dari sekian banyak pilihan yang ada. Saat hendak memilih baju kerja, Anda mempunyai pilihan. Hendak mengenakan jas, atau batik ? Ketika mobil yang Anda tumpangi memasuki kemacetan di jalan raya, Anda juga punya pilihan. Memaki-maki pengendara yang jalannya sembarangan, atau tetap tenang sambil mendengarkan musik ?

Pilihan itu selalu ada.

Benarkah pilihan itu selalu ada ?

Memang, ada hal-hal tertentu yang tidak dapat Anda pilih. Anda tidak dapat memilih orang tua yang melahirkan Anda. Anda tidak dapat memilih untuk lahir sebagai pengusaha kaya atau pejabat. Anda tidak dapat memilih suku atau warna kulit yang Anda miliki. Anda tidak dapat memilih jenis kelamin yang Anda miliki. Tetapi, hanya untuk hal-hal itulah Anda tidak punya pilihan. Selebihnya, ada 1.001 pilihan yang ada di depan Anda. Bahkan, ketika Anda dilahirkan dari orang tua yang tidak berpendidikan tinggi, Anda punya pilihan untuk menempuh pendidikan tinggi, dan membuat nasib Anda berbeda dengan orang tua Anda. Tentu saja, Anda pun punya pilihan untuk mempunyai nasib seperti orang tua Anda.      

Ngomong-ngomong, pernahkah Anda mendengar cerita tentang Nick Vujivic ?

Pria Australia ini, begitu dilahirkan, menderita sindrom tetra-amelia. Nick Vujivic dilahirkan tanpa lengan dan kaki. Hanya sejumput jari kaki yang dimilikinya. Pada usia 10 tahun memutuskan untuk bunuh diri, mengakhiri hidupnya. Tetapi akhirnya dia sadar, bahwa Tuhan masih mencintainya. Dengan kesadaran itu, tanpa kenal lelah Nick akhirnya melatih kemampuannya agar tampil sebagai “manusia normal”. Nick belajar untuk menggosok gigi, dengan menggerak-gerakkan mulutnya pada batang gigi yang berputar. Dia berlatih untuk memakai baju dan celana sendiri. Dia belajar untuk mencukur jenggotnya sendiri.  Dia belajar menggunakan pesawat telepon dengan jari kakinya yang ada. Bahkan, dia melatih kemampuannya untuk berenang. Ya. Betul. Tanpa lengan dan kaki, dengan menaikturunkan badannya, Nick dapat berenang layaknya orang normal.

Nick menyelesaikan kuliahnya, dan mendapat dua gelar serjana di bidang akuntansi dan perencanaan keuangan. Kemudian dia menjadi motivator, berkeliling dunia, dan berfokus terhadap permasalahan remaja. Lebih dari 3 juta orang, dari 44 negara dan 5 benua, yang pernah menyaksikannya secara langsung.

Cerita Nick cukup sampai di situ ?

Tidak. Meski diwarnai keragu-raguan apakah ada wanita yang mau mencintai dan menikah dengannya, pada 2008 Nick memutuskan untuk melamar Kanae Miyahara. Kanae terkesan dengan semangat dan sikap humor yang dimiliki oleh Nick. Dia menerima lamarannya.

Bagaimana cara Nick mengenakan cincin pernikahan kepada Kanae ? Nick mencium tangan Kanae, dan dengan mulut yang mengulum cincin pernikahan, dia menggeser cincin itu ke jari manis Kanae. Saat ini, kegembiraan keluarga kecil Nick bertambah saat dikarunia seorang anak laki-laki.

Nick Vujivic tidak dapat memilih saat dia dilahirkan tanpa punya lengan dan kaki. Tetapi setelah itu, dia memilih untuk mengoptimalkan semua yang dimilikinya, dan memberikan dampak bagi banyak orang. Katanya, “I have a choice. You have choice. We can choose to dwell on dissappointments and short-comings. We can choose to be bitter, angry, or sad. Or we can faced with hard time and hurtful people, we can choose to learn from the experience and move forward, taking responsibility for our own happiness.”

Saya punya pilihan. Anda punya pilihan. Kita dapat memilih untuk tetap kecewa dan merasa berkekurangan. Kita dapat memilih untuk mempunyai emosi negatif, marah atau kecewa. Atau kita dapat menghadapi saat-saat yang berat dan orang yang menghina kita, kita dapat memilih untuk belajar dari pengalaman dan terus maju ke depan, mengambil tanggung jawab untuk kebahagiaan kita sendiri. 

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.