^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

LEADER ARE READER

Berdasarkan studi dari “Most Littered Nation in The World”, yang dilakukan oleh Central Connecticut State University, pada 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang disurvei dalam hal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand, urutan 59, dan di atas Bostwana, urutan 61. Padahal, dari segi penilaian infrastruktur untuk mendukung minat baca peringkat Indonesia berada di atas beberapa negara Eropa. Berdasarkan komponen tersebut, Indonesia berada di urutan 34, di atas Jerman, Portugal, Selandia Baru, dan Korea Selatan. Dengan kata lain, masyarakat Indonesia masih minim memanfaatkan infrastruktur untuk membaca.

Ironis dan sayang sekali membaca survey di atas.

LEADING WITH VISION

Mengenali visi akan membuat kehidupan Anda lebih bermakna. Para ahli neuroscience, bidang yang saya tekuni, mengatakan, manusia adalah mahluk pemberi makna.  Apapun peristiwa yang kita alami, sadar atau tidak sadar kita berikan makna tertentu. Bila kehidupan Anda mempunyai makna mendalam bagi Anda, maka apapun masalah yang muncul akan dapat Anda tanggung dengan lebih mudah. Tetapi saat kehidupan tidak mempunyai makna, masalah kecil pun akan membuat Anda limbung dan gampang jatuh.

Mengenali visi juga akan membuat hidup Anda lebih berpengharapan. Sering kali, saat segala-galanya sudah hilang dari diri Anda, harapanlah yang perlu Anda miliki. Uang dapat hilang, pekerjaan dapat lenyap, teman-teman Anda mungkin kabur meninggalkan Anda, tetapi harapan akan selalu ada. Anda selalu dapat memiliki harapan.

LEADING WITH ACTION

Menurut Anda, mana yang lebih penting, menyusun strategi atau melakukan aksi ?

Bila pertanyaan ini ditanyakan kepada para peserta pelatihan leadership, maka jawaban yang muncul biasanya berimbang, antara yang memilih strategi ataupun aksi. Mereka yang memilih strategi mengatakan strategi adalah dasar dari serangkaian aksi. Tanpa strategi, tidak akan pernah ada aksi. Sebaliknya, mereka yang memilih aksi mengatakan aksi adalah final dari sebuah strategi. Tanpa adanya aksi, sebagus-bagusnya strategi tidak akan berarti.

LEADING WITH PASSION

Passion adalah sesuatu yang kita tidak pernah bosan untuk melakukannya. Passion adalah tempat kita mengorbankan banyak hal untuk melakukan itu. Passion adalah suatu kondisi dimana kita mengerjakannya tanpa memikirkan untung dan rugi. Passion adalah rasa cinta mendalam kita, sehingga kita bersedia berkorban untuk melakukannya.

Steve Jobs, salah satu penemu dan inovator hebat abad 21 ini, mengatakan satu-satunya jalan untuk menghasilkan karya yang hebat adalah dengan mencintai apa yang kita kerjakan. Tanpa cinta mendalam tersebut, atau tanpa passion, Anda tidak akan pernah mendapatkan hasil yang hebat.

LEADING WITH CHARACTER

Di antara nama-nama berikut, siapakah yang Anda anggap sebagai pemimpin sejati : Adolf Hitler, Jawaharlal Nehru, Margaret Thatcher, atau Nelson Mandela ?

Ketika peserta pelatihan leadership yang saya fasilitasi mendapat pertanyaan seperti itu, nyaris tidak ada yang memberi jawaban : Adolf Hitler. Nelson Mandela adalah jawaban yang paling sering muncul, kemudian diikuti oleh Jawaharlal Nehru, lalu Margaret Thatcher.  Margareth Thatcher, yang dijuluki The Iron Ladymerupakan perdana mentri terlama dan satu-satunya perdana mentri wanita yang pernah ada di Britania Raya. Mengawali karirnya sebagai ahli kimia, Thatcher terkenal karena perbaikan ekonominya dan ketegasannya untuk mengirimkan pasukan Inggris pada Perang Falklands atau Perang Malvinas dengan Argentina.

MEMILIH PIKIRAN

Saat Anda sedang dalam kondisi sakit, kemudian memutuskan untuk pergi ke dokter, dan dokter sudah selesai melakukan diagnosa serta memberikan resep, kalimat apa yang biasanya diberikan oleh sang dokter kepada Anda, sebelum Anda meninggalkan ruang periksa ?

“Sering-sering ke mari ya, Pak ....”

Ah, pasti bukan itu.

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.